Informasi lengkap, terpercaya, dan berbasis medis untuk membantu Anda memahami, mencegah, dan mengatasi TB.
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, namun dapat menyebar ke organ lain melalui aliran darah.
TB dibedakan menjadi TB aktif (menular, bergejala) dan TB laten (tidak menular, tidak bergejala). Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan beban TB tertinggi.
Gejala TB bisa menyerupai penyakit lain. Kenali tanda-tanda berikut dan segera periksakan diri.
Batuk terus-menerus lebih dari 2 minggu yang tidak membaik, bisa disertai dahak berwarna atau berdarah.
Batuk yang disertai darah (hemoptisis) merupakan tanda serius yang membutuhkan penanganan medis segera.
Demam ringan berkepanjangan disertai keringat berlebihan di malam hari tanpa aktivitas fisik.
Berat badan turun drastis tanpa penyebab jelas dalam waktu singkat, akibat tubuh melawan infeksi.
Kesulitan bernapas karena paru-paru yang terinfeksi mengalami peradangan dan berkurang kapasitasnya.
Rasa lelah dan lemas meski sudah istirahat cukup, disertai penurunan nafsu makan yang signifikan.
TB paru menular melalui udara. Satu percikan dahak dapat mengandung ribuan bakteri yang bertahan di udara berjam-jam.
Penderita TB paru aktif mengandung Mycobacterium tuberculosis
Batuk, bersin, berbicara menghasilkan droplet nuklei di udara
Partikel mikroskopik terhirup orang sehat di sekitarnya
Bakteri menetap di alveolus dan mulai berkembang biak
Tergantung daya tahan tubuh, 10% berkembang menjadi TB aktif
Tinggal serumah atau sering berinteraksi dengan penderita TB aktif meningkatkan risiko 5–10x lebih tinggi.
Ruangan tertutup, lembap, dan minim cahaya matahari menjadi tempat ideal bakteri TB bertahan lama.
HIV, diabetes, malnutrisi, dan imunosupresan meningkatkan risiko berkembangnya TB aktif secara signifikan.
Sistem imun yang lebih rentan membuat kelompok usia ini lebih mudah terinfeksi dan mengalami komplikasi.
Vaksin BCG diberikan pada bayi baru lahir untuk membentuk imunitas dasar terhadap TB, terutama mencegah TB berat pada anak.
Tutup mulut dengan tisu atau siku saat batuk/bersin. Buang tisu segera dan cuci tangan dengan sabun.
Buka jendela setiap hari agar cahaya matahari masuk. UV alami dapat membunuh bakteri TB dalam beberapa jam.
Saat berinteraksi dekat dengan pasien TB aktif, gunakan masker N95 yang mampu menyaring partikel mikro.
Konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, olahraga rutin, dan hindari rokok untuk menjaga imunitas optimal.
Kombinasi vaksinasi, perilaku hidup bersih, dan lingkungan sehat adalah tiga pilar utama pencegahan TB.
TB dapat disembuhkan sepenuhnya dengan pengobatan yang tepat. Kunci keberhasilan adalah kepatuhan minum obat secara teratur.
Pasien minum 4 jenis obat (RHZE): Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid, dan Etambutol setiap hari. Fase ini paling krusial untuk membunuh bakteri aktif.
Dilanjutkan dengan 2 jenis obat (RH): Rifampisin dan Isoniazid. Tujuannya membasmi sisa bakteri tersembunyi dan mencegah kekambuhan.
Dokter melakukan evaluasi melalui foto rontgen dan pemeriksaan dahak. Pasien dinyatakan sembuh jika hasil negatif secara konsisten.
Antibiotik kuat yang membunuh bakteri TB aktif secara efektif, termasuk yang membelah lambat.
Obat lini pertama yang mencegah sintesis dinding sel bakteri TB secara efisien.
Efektif di lingkungan asam di dalam sel, membunuh bakteri persisten di makrofag.
Mencegah resistensi dengan menghambat sintesis arabinogalaktan pada dinding sel bakteri.
Penghentian pengobatan sebelum waktunya dapat menyebabkan TB kembali aktif dan memicu resistensi obat (TB-MDR) yang jauh lebih sulit dan mahal untuk diobati.
● Asisten TB · Selalu online